
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kab. BatangHari . Mn. Parlindungan Hasibuan.Menyampaikan dalam ceramah :
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ.
Bahwa kita hidup di dunia ini tidak punya siapa-siapa kecuali hanya milik Allah, makanya di dalam Islam semua perbuatan yang baik itu dimulai dengan Bismillah, Apa maksudnya ? dengan pertolongan Allah.swt. aku bisa duduk,dengan pertolongan Allah saya bisa berbicara,dengan pertolongan Allah saya bisa melihat,dan dengan pertolongan Allah saya bisa melakukan segala hal,Tanpa Allah saya tidak akan bisa melakukan apa apa,di Agama Kristen dalam Matius juga menjelaskan “ janganlah engkau berdoa bertele-tele di sepanjang jalan “Maksudnya kita tidak boleh panjang-panjang dalam berdoa bertele-tele, Berdoalah yang singkat tepat dan padat sudah cukup, Dalam bahasa Arab” Berpuasalah engkau dan basahi Bibirmu” Apa maksudnya ? jangan sampai orang tahu bahwa kita sedang berpuasa.
Puasa dalam bahasa Arab asal pekerjaannya itu menahan diri juga puasa,tapi itu baru menurut etimologi sementara yang pada Ramadan umat muslim disuruh puasa secara terminologi,Puasa secara terminologi adalah meninggalkan makan dan minum serta menjaga diri dari apa-apa yang membatalkan puasa, itu bukan hanya sekedar makan dan minum kalau hanya sekedar menjaga makan dan minum, hari ini pun banyak orang yang puasa di rumah sakit karena menunggu jadwal dioperasi.
Yang tidak kalah penting dari puasa itu adalah menjaga batin kita jangan sampai batal puasa, contoh : kalau dalam puasa kita bukan hanya sekedar menjaga diri dari makan dan minum tapi juga menjaga pandangan,sikap dan tindakan.bagaimana maksudnya? yaitu puasa orang awam atau orang umum, Dia tidak makan tidak minum mulai daripada waktu imsak sampai berbuka terbenam matahari tidak makan,tidak minum,tidak merokok,itu puasanya sah. Tapi belum tentu pahalanya banyak,yang puasa dituntut menjaga puasanya secara Zahir dan menjaga nilai-nilainya,contoh menahan diri dari sifat dengki,puasa mulut ditahan tidak makan tidak minum tapi hati kemana-mana. Sibuk mikir ini dan itu berarti nilai puasanya tidak benar secara Zahir tetap berlanjut karena dia tidak makan tidak minum tidak merokok tapi nilai puasanya berkurang,kenapa ? ada rasa iri dalam hatinya.
Bahwa Orang yang tidak punya cinta kasih,Maka Allah tidak akan menurunkan cinta kasih kepadanya, ” Kasihilah penduduk Bumi supaya engkau dikasihi penduduk langit”.Oleh karena itu kepada saudara-saudara saya mari kita berpuasa Zahir dan Batin, Jangan hanya sekedar menahan makan dan minum tapi jaga hati jangan ada rasa iri jangan ada dengki,bahkan Ghadab pun harus ditinggalkan,Apa itu Ghadab ? ialah Emosi/ Marah. banyak orang yang Islam mulai dari pagi sampai berbuka emosi nya luar biasa, itu biasanya terjadi pada kaum laki-laki sedangkan perempuan tidak , biasanya laki laki perokok mulai dari pagi menjelang subuh ada yang merokok minum kopi, ini karena kopi tidak masuk, rokokpun tidak masuk maka emosinya dilampiaskan kepada istri dan anak yang jadi sasaran marahnya, Hindarkanlah hal-hal yang modelan seperti ini dengan menahan diri, Dalam keadaan berpuasa kita itu dicoba dan dilatih supaya menahan emosi,makanya selama 30 hari atau 29 hari ada pelatihannya setiap satu tahun selama satu bulan,kalau tidak berhasil itu berarti latihannya gagal.Kenapa setiap tahun di latih 1 bulan puasa jadi kalau ada orang Islam yang tiap hari emosi terus tidak akan terjadi pertengkaran dengan istri dan anaknya yang menjadi sasaran amarahnya.
Dan juga penyakit ibu-ibu sekarang sukanya pada ngumpul,ngerumpi, ngeGhibah,Lewat ini juga tetap tidak bolehkan,Apalagi yang disebarkan itu berita yang tidak jelas atau pun yang tidak perlu, tidak usah memposting kalau Ibu ibu sudah siap memasak makanan favoritnya di media sosial kecuali ibu bisa mengantarnya kepada orang-orang yang membaca postinganya dengan Update Status “ Alhamdulillah menu Tempoyaknya sudah siap saji “ tapi dia tidak mengantar makanan tersebut kepada orang orang yang melihat status tersebut,Di dalam ajaran Islam tidak di bolehkan. Islam tidak membolehkan hal yang model ini makanya dalam Islam kalau kita memasak sesuatu atau memasak apapun seperti sedang memasak sop harus diperbanyak kuahnya,Apa maksudnya ? supaya bisa membagi kepada tetangga.Jangan Sampai menyakiti perasaan tetangga yang lagi sakit atau sedang demam, kepingin makan sop tapi tidak kesampaian niatnya, atau ada tetangga sebelah kita yang kurang mampu kehabisan beras justru merasa sakit hati melihat statusnya,itu tidak di bolehkan. Janganlah berpuasa hanya zahirnya saja sedangkan batinnya tidak,itu sama saja dengan perbuatan adu domba atau menyebarkan berita hoax. maka dari pada itu kepada saudara-saudara baik yang Islam,yang sedang tidak berpuasa tetaplah kita saling menjaga perasaan saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dengan menjaga Toleransi terhadap orang yang berpuasa atau kita membagikan sedikit makanan kecil atau minum untuk berbuka kepada saudara yang sedang menjalankan puasa,sesungguhnya itu sudah mendatangkan pahala bagi kita.dan bagi orang yang lagi berpuasa,kita hormati mereka yang sedang tidak berpuasa,jangan pula mentang-mentang berpuasa lalu semuanya harus dilarang,” tidak boleh buka warung pada siang hari dan harus hargai kami yang Islam”.itu adalah tindakan Radikalisme.
“ Amaluna amalukum “ artinya bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu.Bagi saya amal saya bagi kamu amal kamu.tidak ada presengketaan tidak ada perselisihan di antara kita biarlah Allah nanti akan mengumpul kita “Wa ilaikal masir” dan kita hanya kembali kepada Allah nantinya.
Mari kita saling menghormati,menghargai yang puasa maupun yang tidak puasa,terutama yang berpuasa juga Jangan pula ingin memaksakan orang lain harus puasa,Dia yang puasa ada orang yang kelaparan dibuatnya,tidak boleh juga model seperti itu,dia yang puasa umpama di rumah dia sedang puasa sedangkan anaknya kelaparan karena makanan anak tidak di urusnya,itu tidak dibolehkan.kecuali berlaku terhadap suaminya yang dalam keadaan normal sehat,ibu tidak boleh menyiapkan makan siangnya, tapi jika suaminya dalam keadaan sakit itu perlu di urus makanan nya. lalu ada pula versi dirinya yang berpuasa sedangkan orang lain yang teraniaya,itu tidak dibenarkan juga,misalnya memaksa menutup warung makan di pinggir jalan sehingga orang-orang musyafir sedang dalam perjalanan jauh dan singgah di kota itu untuk beristirahat,namun tidak menjumpai ada yang menjual makanan untuk bekal perjalanan,sehingga ada anak kecil yang kelaparan karena warung makan di paksa tutup saat bulan puasa. Apakah kita tidak kasian dengan mereka ?
Maka nya bagaimana hukum rumah makan yang buka di bulan puasa ? selama itu dalam keadaan tertib tidak mengganggu orang lain dan kenyamanan orang lain ya silahkan,siapa tau ada yang dalam keadaan sakit atau dalam keadaan musafir silahkan berbukalah,Tapi diganti denda puasanya pada hari yang lain. tapi kalau mengganggu orang lain dan mengajak orang lain yang berpuasa sehingga menjadi batal puasanya, orang yang sehat pun datang juga terpancing bahkan makan di situ siang-siang itu tidak dibolehkan, kecuali bagi yang non Muslim maka di perbolehkan makan di rumah makan itu.
Ramadhan adalah bulan Tazkiyatun nafsi adalah proses penyucian jiwa, pembersihan hati, dan pembinaan akhlakul karimah, habis ramadhan jiwa sudah bersih maka nya namanya fitrah,maka nya kita kembali dalam keadaan suci,kalau setelah Ramadan berakhir namun jiwa kita tidak kembali suci dari dosa berarti pelatihan dalam satu bulan dikategorikan gagal.
Mari kita saling memaafkan dan ingat tidak ada pahalanya bila kita menyimpan dendam dan menyimpan kesalahan orang,Tidak akan diterima pahalanya melainkan dosa orang yang pendendam memutuskan silaturahim dan memutuskan silaturahmi dengan mencari-cari kesalahan teman,itu bukan ajaran yang benar.tapi kita saling membantu kerja sama jangan sampai doamu tidak diterima Allah karena perbuatanmu sendiri,Menangisnya kamu hingga meneteskan air mata basah pipi menengadah kepada Allah,kalau kita memutuskan silaturahim,kalau kita dendam kepada orang lain,kita menyimpan-menyimpan kesalahan orang lain kepada diri kita,maka doa kita tidak akan diterima Allah subhanahu wa ta’ala,bahkan dalam hadis yang lebih keras lagi tidak akan masuk surga orang yang berani memutuskan silaturahim.
Dalam Islam itu juga sebenarnya dasarnya tadi bila tidak ada cinta kasih dalam hatinya atau masih tipis itu pertanda orang yang tidak beriman,Apabila seseorang kamu sampai ia mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri hingga tidak ada perselisihan dalam pemahaman cinta kasih dan harus menyebarkan keselamatan,makanya dalam Islam dalam Setiap berbicara “Assalamualaikum “ yang artinya Semoga kamu selamat, Keselamatan atas kamu.

Apakah boleh…selama menjalankan ibadah puasa tetapi tidak melaksanakan Ibadah Shalat Tarawih ? Bagaimana Hukumnya ?
Ibadah puasa Ramadan itu adalah hukumnya wajib,sedangkan salat tarawih hukumnya Sunnah muakkad, jadi tidak ada kaitannya antara ibadah puasa dengan salat tarawih, jadi walaupun kita tidak salat tarawih puasanya tetap sah dan dapat pahala cuma kebetulan salat tarawih itu waktunya juga adalah di malam hari Ramadan tapi sebenarnya dua paket yang berbeda,jadi walaupun kita tidak salat tarawih puasa kita sempurna, dan romadhon itu adalah bulan memperbanyak tabungan akhirat salah satunya dengan ikut melaksanakan shalat terawih,Tapi harus salat wajib zuhur jangan tinggal,banyak orang puasa,salat wajib subuhnya tinggal konsepnya bukan seperti itu. kita berpuasa kalau niatnya hanya sekedar ikutan trend dalam bulannya itu tidak sah,karena puasa itu harus diniatin dalam batin dengan niat tertentu dan niat itu tabayyid di malam Ramadhan,di malam hari berniat sebelum imsak makanya dalam doa sehari-hari buat puasa sengaja aku puasa besok hari menunaikan Ramadhan karena Allah ta’ala. ini niatnya karena Allah bukan Karena imbalan yang lain lain itu tidaklah Sah Puasanya.
Apakah boleh sahur sebelum tidur saja,malam dia tidur jam 01.00 sekalian makan sahur baru tidur hingga bangunnya jam 07.00 pagi ?
Sahur hukumnya tidak wajib,sahur itu adalah ibadah sunnah,artinya boleh dikerjakan boleh tidak Dan sahur itu artinya makan atau sarapan atau pun minum menjelang waktu mulainya berpuasa. Jadi kalau sebelum tidur..kalau tidurnya kita umpamanya jam 12 malam,sebelum itu kita sudah sahur, itu bukan sahur yang dianjurkan,bukan itu sahur yang dimaksud oleh Nabi, Karena yang dimaksud dengan sahur itu ,sahurnya Kamu sebenarnya itu tujuannya untuk menolong membantu fisik kita supaya jangan terlalu lama di dalam menahan makan dan minum. Kalau sebelum jam 12.00 kita makan apalagi baru datang imsak,umpamanya imsak sampai dengan saat ini masih jam 04.30, soal sahur harus tetap pada waktunya dan kalau mau makan sebelum tidur ya silakan,Tapi itu bukan sahur sebab Itu namanya makan malam.sedangkan sahur itu ada waktunya yaitu menjelang imsak atau menjelang masuk waktu pagi, 10 menit memasuki dari waktu subuh sudah bunyi alarm untuk menjalankan imsak tidak boleh lagi minum,sebenarnya masih bisa minum saat imsak,Tapi yang tidak boleh itu setelah masuk azan subuh, cuma kita khawatir nanti terlambat maka dibuatlah batasnya ancang-ancang berenti makan minum itu 10 menit dari imsak ke waktu Adzan yang sebenarnya waktu subuh itu batasan terakhirnya.
Sekian.
Narasumber Penceramah :
- KH.MN. Parlindungan Hasibuan. Ketua FKUB Kabupaten Batanghari
- Pndt. Erianto Nadea.Sp. Anggota FKUB Kabupaten Batanghari.
Muara Bulian,21 Februari 2025
Kejari Batanghari,melaporkan.








