Kejari Batang Hari
kejari Batanghari

Persidangan Tindak Pidana Korupsi Atas Nama Terdakwa EMMY Binti SAFI’I

Pada hari ini Selasa tanggal 18 Mei 2021 sekitar pukul 11.00 Wib, bertempat di pengadilan Negeri Tipikor pada Pengadilan Negeri Jambi telah dilaksanakan Persidangan Tindak Pidana Korupsi atas nama Terdakwa EMMY Binti SAFI’I, mengingat Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi maka Persidangan tersebut dilakukan sesuai dengan standart protokoler kesehatan yaitu dilakukan via Daring dengan menggunakan Aplikasi Zoom, sehingga Terdakwa mengikuti persidangan dengan tetap berada di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi sedangkan Majelis Hakim, Penuntut Umum, dan Penasehat Hukum Terdakwa serta Panitera Pengganti berada diruang sidang Pengadilan Negeri Tipikor pada Pengadilan Negeri Jambi

Adapun Persidangan Tindak Pidana Korupsi atas nama Terdakwa EMMY Binti SAFI’I pada hari ini dilaksakan dengan agenda Replik atau jawaban Jaksa Penuntut Umum terhadap Nota Pembelaan ( Pledoi) yang telah disampaikan oleh Penasehat Hukum dari Terdakwa pada persidangan sebelumnya pada hari Kamis tanggal 06 Mei 2021;

Sebelumnya Penasehat Hukum dari Terdakwa pada pokoknya menyampaikan bahwa Terdakwa EMMY Binti SAFI’I telah mengakui kesalahan yang telah diperbuat oleh Terdakwa yaitu melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf a, b, Ayat (2) dan Ayat (3) Undang – Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, berkenaan dengan hal itu Penasehat Hukum dari Terdakwa memohon kepada Majelis Hakim agar dijatuhkan hukuman yang seringan-ringannya terhadap Terdakwa;

Penuntut Umum Menuntut terdakwa EMMY Binti SAFI’I melakukan Tindak Pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan ayat (3) UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terdakwa dituntut selama 6 (enam) tahun dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa, dengan perintah agar terdakwa tetap dalam tahanan dan menjatuhkan pidana denda sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) Subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan serta menuntut terdakwa membayar uang pengganti sebesar 995.010,00 (Tujuh Ratus Enam Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Embilan uluh Lima Ribu Sepuluh Rupiah), apabila Terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan Pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 9 (Sembilan) bulan Penjara.

Persidangan selanjutnya akan dilakukan pada hari Selasa tanggal 25 Mei 2021 dengan agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim.